PKBM NUJU PINTER CILONGOK

PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT
PKBM "NUJU PINTER" CILONGOK
Akte Notaris Arief Rachmanto, S.H, Nomor 4 Tanggal 28 Desember 2006
Komplek Lapangan Cilongok Purwokerto Te!p/Fax (0281) 655340 HP 085227329959

SURAT TERBUKA KEPADA: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, DAN PEJABAT TERKAIT
BIDANG PENDIDIKAN
POKOK-POKOK PIKIRAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nuju Pinter Cilongok Kabupaten Banyumas Jawa Tengah sesuai dengan visi dan misinya merasa perlu menyampaikan surat terbuka ini agar diketahui oleh para pejabat, praktisi pendidikan dan masyarakat luas.

Dua Sumber Kelemahan Yang Menjadikan Pendidikan Tidak Realistis
1. Menurunnya nilai rupiah, menjadikaii anak (terutama murid SD/MI kelas rendah) tidak dapat berfikir realistis karena : Mereka belajar mengenal angka 1,2, 3, 4, 5 dan seterusnya; i sementara ketika mereka hendak membeli jajan hams menghitung 100, 200, 300 atau 1000,2000, 3000 dan seterusnya.
2. Kelulusan siswa dalam ujian menjadi syarat memperoleh Surat Tanda
Tamat Belajar (STTB).
Saat Mendiknas dijabat Malik Fadjar sudah diberlakukan setiap peserta Ujian akhir berhak STTB, sedangkan mereka yang lulus mendapat Surat Tanda lulus (STL). Sayangnya ketentuan itu hanya berlaku sekali sehingga menimbulkan rasa 'ketidakadilan' antar angkatan.
Dua sumber itulah yang memunculkan berbagai tindakan tidak terpuji yang dilakukan oknum guru dan tenaga kependidikan lainnya antara lain :
1. Berbagai rekayasa agar peserta ujian dapat lulus, dari yang bisik-bisik, samar-samar sampai terang-terangan. Istilah 'tim sukses,' menjadi sangat populer melanda dunia pendidikan yang seharusnya membentuk peserta ; didik berbudi pekerti luhur, atas dasar taqwa, cerdas dan trampil.
2. Sikapapriori peserta didik karena mereka menganggapupayapeningkatan
mutu pendidikan dengan batasan nilai terendah hanya sekedar 'isu' yang
akan berbuntut dengan berbagai tindakan rekayasa.
*) Mulai ditulis sebelum 06:06:06 060606; sdesai ditulis setelah pukul 6 lebih 6 menit dan 6 detik, tanggal 6 Juni 2006 oleh H. Muhi Fadlil, S.Pd Ketua PKBM Nuju Pinter Cilongok
Upaya Yang Harus Segera Dilakukan Presiden
1. Segera mengganti 'uang rupiah yang berlaku sekarang' dengan 'uang rupiah baru' dengan perbandingan 'seribu berbanding satu' (1000 : 1 ) seperti pemah dilakukan pada masa Presiden Soekarno. Dengan demikian anak usia dini (yang belajar di TK dan SD/MI kelas rendah) akan mampu berfikir realistis dalam mengenal angka-angka karena tidak ada kesenjangan antara dunia pendidikan dengan realita dalam kehidupan mereka.
2. Tidak perlu ada ujian tahap kedua di sekolah, tetapi berikan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) kepada semua peserta Ujian Akhir di semua sekolah. Sedangkan mereka yang lulus ujian berhak menerima STTB dan tanda lulus. Kalau terpaksa tidak diberi STTB, mereka yang tidak lulus harus diarahkan ke Kelompok Belajar Paket A setara SD, Paket B setara SMP/MTs dan Paket C setara SMA/MA/SMK. Jangan ada disknminasi lagi karena pada tahun pelajaran 2004/2005 banyak peserta Ujian SMK yang tidak lulus dan sudah mendaftar Paket C atas dasar SK Dirjen, tiba-tiba dibatalkan hanya dengan SE (?)
Kami punya cukup pengalaman bahwa dengan pembelajaran dua bulan mereka mampu menguasai bidang studi Sosiologi dan Tata negara yang tidak diajarkan di SMK. Bukankah pada saat masih ada Ujian Persamaan SMA semua siswa yang memiliki rapot SMA, SMK dan MA sama-sama dapat ikut Ujian Persamaan SMA ? Logikanya, mereka yang telati terdaftar dan menempuh pendidikan 3 bulan, lebih berhak mengikuti Ujian Paket C.
Jadikan Kejar Paket A, B dan C menjadi pendidikan yang dibiayai penuh oleh pemerintah. Sebab perhitungan biayanya hanya sekitar sepertiga dari biaya sekolah formal. Dengan kata lain membantu biaya tiga orang warga belajar Paket B sama dengan membantu biaya seorang siswa SMP; membantu biaya tiga orang warga belajar Paket C sama dengan membantu biaya seorang siswa SMA. Ironisnya selama ini warga Kejar Paket (terutama Paket C) tidak pernah mendapat bantuan.
Demikian surat terbuka ini kami tulis untuk dapat dijadikan bahan renungan dan dasar mengambil keputusan. Jangan lagi ada disknminasi dalam dunia pendidikan.
Ketua Penyelenggara
PKBM Nuju Pinter Cilongok
H. Muhyi Fadlil, S.Pd.

Tidak ada komentar: